My_Office5089

on Jumat, 19 Desember 2008

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

on Senin, 15 Desember 2008

Pengembangan Sistem Informasi Geografi (SIG) di Indonesia telah dirintis sejak tahun 1979 dan telah dikembangkan oleh berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah, karena kehandalan dari sistem ini, maka di Indonesia, khususnya Pemerintah mulai serius menyiapkan dan merencanakan Sistem Informasi Geografi ini secara terarah dan berkesinambungan. Keseriusan Pemerintah dalam hal pengembangan dan penggunaan SIG secara luas dapat dilihat dengan terbitnya UU Pemerintan tentang diwajibkannya menggunakan tekonologi SIG dalam perencanaan wilayah, khususnya Tata Ruang.
SIG pada dasarnya adalah sistem informasi berbasis komputer dengan memakai data digital berujuk pada lokasi geografis di muka bumi, dan di banyak negara dinamakan dengan istilah “Geomatics”/“ Geo-Informatika” yang disingkat Geomatika, yang menggambarkan informasi kebumian yang diproses dengan komputer, Kanada yang mencetuskan pertama kali istilah Geomatika yang kini oleh International Standards Organization (ISO) dibakukan sebagai profesi yang terkait dengan pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, penyebaran, analisis dan presentasi data spasial atau informasi geografis. Karena data spasial digital adalah vital dalam SIG, maka semua yang ingin mendalami SIG lebih jauh harus pula memiliki dasar-dasar pemetaan, sistem koordinat dan berbagai pengetahuan dasar terkait lainnya.
Pengembangan Sistem Informasi Geografi di Indonesia harus mempertimbangkan teknologi yang diperlukan bagi pengembangan SIG tersebut, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Forum nasional yang mempunyai tujuan membangun sistem informasi nasional, termasuk sistem informasi geografi, dengan memanfaatkan teknologi komputer dan telekomunikasi adalah Tim Kerja Telematika Indonesia (TKTI).
Pengembangan Sistem Informasi Geografi di Indonesia juga tidak dapat hanya memfokuskan kepada kondisi nasional, tetapi dalam era globalisasi ini perlu mengikatkan diri kepada pengembangan Sistem Informasi Geografi di tingkat regional dan global. Indonesia sebagai salah satu anggota forum regional Asia Pasifik yang disebut Permanent Committee for GIS Infrastructure for Asia and the Pacific (PCGIAP) yang sedang mengembangkan jaringan basisdata Asia Pacific Spatial Data Infrastructure (APSDI) berkewajiban untuk membangun simpul APSDI Indonesia. Sebagai simpul APSDI, Indonesia diharuskan menyediakan data dan metadata spasial wilayah nasional yang diperlukan oleh kawasan Asia dan Pasifik.

1. 1 Defenisi SIG
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).
Secara umum pengertian SIG sebagai berikut:
Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis ”.

Definisi SIG selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. Hal ini terlihat dari banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Selain itu, SIG juga merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan oleh berbagai disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat. Berikut merupakan sebagian kecil dari definisi-definisi SIG yang telah beredar diberbagai pustaka:

1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posis-posisi dipermukaan bumi [Rice20].

2. SIG adalah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola (manage), menganalisa, memetakan informasi spasial berikut data atributnya (data deskriptif) dengan akuasi kartografi [Basic20].

3. SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografi. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, SIG merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan berikut dalam menangani data yang bereferensi geografi: (a) masukan, (b) manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi data, (d) keluaran [Aronoff89].

4. SIG adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia (brainware), organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi mengenai daerah-daerah dipermukaan bumi [Chrisman97].

5. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk: (a) Akusisi dan verifikasi data, (b) Kompilasi data, (c) Penyimpana data, (d) perubahan dan updating data, (e) Manajemen dan pertukaran data, (f) manipulasi data, (g) Pemanggilan dan presentasi data, dan (h) analisa data [Bern92].

6. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan dan menganalisa inforamsi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi [Demers97].

7. SIG adalah kumpulan yang terorganisisr dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi [Esri90].

8. SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karalkteristik fenomena yang ditemukan dilokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial, perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi [Gistut94].

9. SIG merupakan informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau kordinat-kordinat geografi. Dengan kata lain SIG merupakan basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus untuk data yang tereferensi secara geografis berikut sekumpulan operasi-operasi yang mengelola data tersebut [Foote95].

10. SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisa, menyimpan dan menampilkan baik data spasial maupun non spasial. SIG mengkombinasikan kekuatan perangkat lunak basisdata relasional dan paket perangkat lunak CAD [Guo20].

11. SIG adalah suatu fasilitas untuk mempersiapkan, mempresentasikan dan menginpresentasikan fakta-fakta (kenyataan) yang terdapat dipermukaan bumi(definisi umum). Untuk definisi yang lebih sempit, SIG adalah konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang secara khusus di rancang untuk proses-proses akusisi, pengelolaan dan penggunaan data kartografi [Tomlin90].

12. SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat geografi. Dengankata lain, SIG merupakan sistem basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus dalam menangani data yang tereferensi secara spasial, selain merupakan sekumpulan operasi-operasi yang dikenakan terhadap data tersebut [Star90].

1. 2 Komponen SIG
SIG sebagai sistem yang kompleks biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem-sistem komputer yang lain di tingkat fungsional dan jaringan. Sistem SIG terdiri dari beberapa komponen berikut:

Perangkat keras: berupa komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya) Data yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras dalam SIG terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:
Alat masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Contoh: Scanner, digitizer, CD-ROM.
Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan, contoh: CPU, tape drive, disk drive.
Alat keluaran (ouput) yang berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai data dalam proses SIG, contoh: Monitor, plotter, dan printer.

Perangkat lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan, menganalisis dan mengeluarkan data yang diperlukan.

Data & informasi geografi. SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara meng-import-nya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendigitasi data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.

Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif. Bagaimanapun juga manusia merupakan subjek (pelaku) yang mengendalikan seluruh sistem, sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu dan teknologi mutakhir. Selain itu diperlukan pula kemampuan untuk memadukan pengelolaan dengan pemanfaatan SIG, agar SIG dapat digunakan secara efektif dan efisien. Adanya koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh tidak simpang siur, tetapi tepat dan akurat. Berikut ini disajikan skema dari komponen-komponen dalam SIG.

1. 3 Subsistem SIG

Komponen SIG merupakan alat yang digunakan untuk mengelola informasi geografi dan yang terkait dengannya, sedangkan sub sistem SIG adalah cara bagaimana informasi itu dikelola.
SIG terdiri dari beberapa sub sistem yang dapat digunakan untuk memasukan data menyimpan dan mengeluarkan informasi yang diperlukan. Secara garis besar sub sistem tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Masukan Data
Sub sistem masukan data adalah fasilitas dalam SIG yang dapat digunakan untuk memasukkan data dan merubah bentuk data asli kebentuk yang dapat diterima dan dapat dipakai dalam SIG. Masukan data yang bereferensi geografis dapat diperoleh dari berbagai sumber. Memasukan data dalam SIG merupakan pekerjaan yang banyak menyita waktu. Proses ini yang merupakan hambatan bagi penyelesaian seluruh proses dalam SIG, proses memasukkan data akan menghabiskan 60% hingga 70% dari keseluruhan waktu pemrosesan data sampai dengan pengambilan keputusan. Sub sistem masukan data merupakan sub sistem yang rumit karena pada sub sistem ini perangkat merupakan titik tolak semua aktivitas SIG. Sub sistem ini harus dapat menjamin bahwa data yang dimasukkan sama dengan data yang diterima dan benar.
Langkah memasukkan data yang sebagian besar dilakukan oleh operator juga merupakan langkah penting, karenanya metode memasukkan data dan standar data perlu diketahui sebelum data dimasukkan dan digunakan agar hasilnya benar dan dapat dimanfaatkan.

2. Pengelolaan Data
Sub sistem pengelolaan data pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk menyimpan dan menarik kembali dari arsip data dasar. Berbagai cara yang dapat digunakan dalam mengelola data dan pengelolaan data ini akan sejalan dengan struktur data yang digunakan. Pengorganisasian data dalam bentuk arsip dapat dimanfaatkan dalam sub sistem pengelolaan data. Perorganisasian data keruangan, diambil dan dianalisis hal ini merupakan fungsi dari sub sistem tersebut. Perbaikan data dasar dengan cara menambah, mengurangi atau meperbaharui dilakukan pada sub sistem ini.

3. Manipulasi dan Analisis Data
Sub sistem ini berfungsi untuk membedakan data yang akan diproses dalam SIG. Sub sistem ini dapat digunakan untuk merubah format data, mendapatkan parameter dan melalui proses dalam pengelolaan data dapat pula dijumpai hambatan yang timbul.

4. Luaran Data
Sub sistem luaran berfungsi untuk menayangkan informasi maupun hasil analisis data geografis secara kualitatif ataupun kunatitatif. Luaran ini dapat berupa peta, tabel ataupun arsip elektronik. Melalui luaran ini pengguna dapat melakukan identifikasi informasi yang diperlukan sebagai bahan dalam pengambilan kebijakan atau perencanaan.

Keempat sub sistem tersebutlah di atas yang menopang jalannya proses pengolahan data hingga dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat.

1.4 Kenapa Berbasis SIG

Basis SIG dipilih dalam pekerjaan ini dengan berbagai alasan yang didasari atas kemampuannya. Berikut adalah kemampuan-kemampuan SIG:

Memasukkan dan mengumpulkan data geografi (spasial dan atribut).
Mengintegrasikan data geografi (spasial dan atribut).
.Memeriksa, meng-update (meng-edit) data geografi (spasial dan atribut).
Menyimpan dan memanggil kembali data geografi (spasial dan atribut).
Merepresentasikan atau menampilkan data geografi (spasial dan atribut).
Mengelola data Geografi (spasial dan atribut).
Memanipulasi data geografi (spasial dan atribut).
Menganalisa data geografi (spasial dan atribut).
Menghasilkan keluaran (output) data geografi dalam bentuk-bentuk: peta tematik (view dan layout), tabel, grafik (chart), laporan (report) dan lainnya baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy.

Dari uraian di atas diketahui bahwa SIG bukan sekedar sebagai tools pembuat peta. Dan, walaupun produk SIG paling sering disajikan dalam bentuk peta, kekuatan SIG yang sebenarnya terletak pada kemampuannya dalam melakukan analisis. SIG dapat mengolah dan mengelola data dengan volume yang besar. Dengan demikian, pengetahuan mengenai bagaimana cara mengekstrak data tersebut dan bagaimana menggunakannya merupakan kunci analisis di dalam SIG.

Salah satu tools SIG yang paling powerfull dan mendasar adalah integrasi data dengan cara baru. Salah satu contohnya adalah overlay. SIG juga dapat mengintegrasikan data secara matematis dengan melakukan operasi-operasi terhadap atribut-atribut tertentu dari datanya. Sebagai contoh, sungai dan saluran air dapat diprioritaskan untuk memaksimumkan keuntungan pengembangan dan usaha-usaha manajemen. Area-area yang menjadi target pengembangan, berdasarkan densitas populasi yang tinggi dan kualitas air yang rendah, dapat dengan mudah diidentifikasi di dalam SIG dengan menggunakan operasi-operasi matematis. Walaupun demikian, integrasi visual terkadang lebih baik dan efektif dari pada integrasi secara matematis seperti diatas. Sebagai contoh, SIG dapat menampilkan titik-titik (entity), dalam suatu layer, dengan menggunakan simbol dengan ukuran dan warna yang berbeda. Makin besar ukuran dan makin gelap warna simbol yang digunakan, makin besar bahaya polusi yang direfleksikannya. Presentasi formasi secara visual seperti ini tidak memerlukan waktu yang lama dan lebih berguna bagi para pengambil keputusan-tujuan kebanyakan aplikasi SIG.

Segera kami lanjutkan....

PENGANTAR

Blog ini sengaja kami buat sebagai tempat bertukar pikiran bagi para pengguna ArcGis. Banyak hal yang dapat dipelajari dari ArcGis, selain sebagai tools SIG yang punya kemampuan tinggi, ArcGis juga sangat menarik untuk dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman. Blog ini akan menyajikan beberapa materi yang terkait dengan ArcGis, dimulai dari teori SIG sampai pada aplikasi SIG menggunakan ArcGis.
Adapun tahapannya adalah :

  • Pengertian Sistem Informasi Geografis
    Defenisi Sistem Informasi Geografis
    Komponen SIG
    Kenapa SIG dibutuhkan
    Disiplin Ilmu SIG
    Aplikasi-aplikasi SIG
    Sejarah Singkat SIG
  • Data Spasial
    Format Data Raster
    Format Data Vektor
    Perbadingan Vektor dan Raster
    Model Data vektor dengan Topologi
    Data tiga dimensi
  • Sumber Data Spasial
    Peta Analog
    Data Sistem Penginderaan Jauh
    Data Hasil Pengukuran di Lapangan
    Data GPS
  • Proyeksi Peta dan Sistem Koordinat
    Proyeksi Peta
    Sistem Koordinat
  • Analisis SIG
    Overlay
    Buffering
    Query Spasial
  • Pengenalan ArcMap
    Pengantar
    Menjalankan ArcMap
    Komponen-komponen ArcMap
    Pengenalan Menu
    Pengenalan Toolbar
    Membuka Data Spasial
    Menampilkan Data Atribut
    Mamahami Layer
    Simbolisasi Data
    Mencari Feature dan membuat Bookmark
    Mengukur jarak dan membuat skala
    Menentukan tampilan dengan skala
  • Pengantar ArcCatalog
    Pengantar
    Menggunakan ArcCatalog
    Mencari data dengan ArcCatalog
    Sistem Koordinat
  • Rektifikasi
    Pengantar
    Menampilkan Data Raster
    Proses Rektifikasi
    Menyiapkan semua layer Data Spasial
    Menyiapkan Layer Image
    Menambahkan titik kontrol
    Rektifikasi menggunakan titik kontrol dari GPS
    Menggunakan Tabel data
    Proses Pengaturan
    Menyimpan Hasil Rektifikasi
    Menampilkan citra hasil Rektifikasi
  • Panggunaan ArcScan
    Tracing data raster
    Vektorisasi
  • Digitasi dan Editing data Vektor
    Pengertian Digitasi Peta
    Metode Digitasi
    Menambah Data Gambar
    Membuat Layer Data
    Menentukan Sistem Koordinat
    Proses Digitasi
    Snapping
    Memulai Digitasi
    Menyimpan Hasil Digitasi
    Annotasi Sederhana
    Membuat Layer Point dari teks file
    Import Data MapInfo
    Labeling
    Pengaturan Advanced Simbol Layer untuk Titik
    Mengedit Data Vektor
    Membuat Setting snap
    Menambah Feature Line
    Menambah Feature titik menggunakan Koordinat Absolut
  • Query Data
    Identifikasi sebuah Feature
    Mencari Feature terntentu
    Melakukan Query secara interaktif
    Malkukan Query spasial
    Query Lanjutan
  • Analisis
    Membuat Buffer
    Overlay
    Analisa Proximity
    Fungsi dan operator Matematik dalam Peta
  • Layout dan Pencetakan Peta
    Menampilkan/mengatur Peta
    Mengatur Proyeksi
    Mengatur Halaman Layout
    Langkah-langkah untuk menambahkan Koordinat Peta
    Langkah-langkah untuk menambahlan skala
    Menambahkan Orientasi arah peta
    Menambahkan judul Peta
    Object pada Layout
    Menambahkan teks pada Layout
    Membuat Extent Rectangle
    Langkah-langkah untuk menambahkan Legenda
    Menyimpan Peta
    Ekspor Peta
    Mencetak Peta
  • Pembuatan Peta menggunakan Poligon Thiessen
    Diagram dan Polygon Voronoi
    Polygon Thiessen
    Pembuatan Peta Iklim
  • Analisis Tiga Dimensi
    Membuat Peta Kontur
    Membuat Profil
    Membuat Peta Kemiringan Lereng
    Membuat Peta Elevasi
    Menghitung Luas dan Volume
    Membuat Tampilan Tiga dimensi
  • Analisis Jaringan
  • Aplikasi SIG
    Menghitung Fungsi Kawasan
    Analisis Kesesuaian Lahan Komoditi Pertanian Padi
    Zonasi Daerah Rawan banjir
    Analisis Kemampuan Lahan
    Penentuan Tempat Pembuangan Sampah (TPS)
    Penentuan Lokasi Pariwisata
    Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman
    Analisis Ketahanan Pangan
    Zonasi Lahan Kritis menggunakan metode USLE
    Analisis Kesesuaian Lahan untuk Rumput Laut.